dhuhafani.wordpress.com

Berbagi hikmah dalam hidup

Antara Aku dan Dia

Posted by dhuhafani on October 29, 2008

Antara aku dan dia

 

Ketika wirid di malam jumat lalu mendekati akhir, suasana di luar mulai berangin. Sepertinya langit akan menumpahkan air kehidupannya. Dalam hati saya was-was juga, sebab saat pergi tadi tak membawa payung atau kendaraan. Benar saja, ketika kendurian selesai dibagikan, hujan akhirnya turun. Rintik-rintik..pelan tapi pasti kemudian menderas. Akhirnya niat melangkah pulang terpaksa diurungkan.

 

Meski begitu beberapa nekat melangkah pulang. Mendekap plastik kendurian di dada, sambil berlari kecil. Melihat gambaran demikian, pikiran saya teringat sebuah cerita dalam sebuah buku, tentang seorang yang berlari dalam deras hujan sambil menenteng pecel lele. Kira-kira begini..

 

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

(Kesalahan) Orangtua

Posted by dhuhafani on September 3, 2008

Dari sebuah milis, maaf tidak ada nama penulisnya.

Kejadian seperti ini sesungguhnya kerap kali terjadi dalam hubungan orangtua dan anak.

Sayangnya kita seringkali bersikeras dan tetap menggunakan sudut pandang kita untuk anak..

 

Tahun 2005 yang lalu saya harus mondar-mandir ke SD Budi Mulia Bogor. Anak sulung kami yang bernama Dika, duduk di kelas 4 di SD itu. Waktu itu saya memang harus berurusan dengan wali kelas dan kepala sekolah. Pasalnya menurut observasi wali kelas dan kepala sekolah, Dika yang duduk di kelas unggulan, tempat penggemblengan anak-anak berprestasi itu, waktu itu justru tercatat sebagai anak yang bermasalah. Saat saya tanyakan apa masalah Dika, guru dan kepala sekolah justru menanyakan apa yang terjadi di rumah sehingga anak tersebut selalu
murung dan menghabiskan sebagian besar waktu belajar di kelas hanya untuk melamun. Prestasinya kian lama kian merosot.

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ramadhan yang berulang

Posted by dhuhafani on September 1, 2008

Alhamdulillah, seharusnya adalah sebuah kebahagiaan saat ALLAH masih saja memberi kita kesempatan untuk bertemu bulan kebaikan, Ramadhan. Sebuah gambaran sebentuk syukur dari para hamba ALLAH adalah ketika kita berusaha untuk menanam segala bentuk kebaikan di bulan ini, shalat berjamaah, mengerjakan amalan sunnah, atau berakrab-akrab diri dengan AlQur’an. Ada satu hal yang selalu saja berulang setiap tahun, mengapa kebaikan itu hanya bertahan dalam ramadhan, atau mungkin tepatnya lagi, bertahan di awal-awal ramadhan saja? Tidakkah kita seharusnya bisa melanjutkannya di bulan lain?

Read the rest of this entry »

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Sayap Keyakinan

Posted by dhuhafani on August 19, 2008

 

Kita mungkin pernah mengalami saat-saat dimana keyakinan kita tiba-tiba lenyap, atau perlahan runtuh menjadi kepingan. Pada hal apa saja, dan itu sulit, tapi sepertinya ada saja seseorang di luar sana yang seolah tak pernah hilang keyakinannya. Katakanlah, ada saja orang yang (menurut kita) nekat menikah meski masih kuliah, (menurut kita) nekat mengundurkan diri dari pekerjaannya padahal ia telah sukses di karirnya tersebut.

 

Ada banyak hal yang mendasari kekuatan dari keyakinan setiap orang. Dan salah satunya adalah keimanan kita pada Pencipta. Jadi bila suatu saat keyakinan kita goyah, pikirkanlah..mungkin itu berarti keimanan kita sedang lemah. Sesederhana itu, berusahalah untuk lebih mendekat dan berikutnya kita hanya perlu berusaha sekuat tenaga..selama kita berusaha untuk meraih cintaNYA, yakinlah DIA adalah ArRahman dan ArRahiim..tak perlu ada ruang ketakutan..

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Nanny 911

Posted by dhuhafani on August 19, 2008

Ada sebuah acara televisi yang suka saya tonton setiap minggu sore. Nanny 911. Lihatlah tingkah dan kelakuan anak-anak di sana, itulah paradoksnya. Memiliki anak adalah impian setiap keluarga, greatest dream  setiap orang. Dikaruniai anak adalah keindahan yang menakjubkan. Tapi surga itu bisa segera berubah. Malam-malammu yang tenang bisa berubah jadi tangisan-tangisan yang selalu membangunkan lelapmu, sementara siang-siangmu bisa berganti jadi terik yang melelahkan.

 

Bisakah kita melewatkan semua keadaan itu? Tenang saja, semua itu akan hilang. Layaknya petani yang menyaksikan padinya menguning. Perlahan semua kelelahan itu akan terhapus seiring langkah pertamanya yang berjalan pelan ke dalam pelukanmu..seiring kata pertamanya yang membuat dirimu tak sanggup berkata apa-apa. Semua hanya bisa terjadi bila engkau melakukan kerja penumbuhan.

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Cinta makhluk

Posted by dhuhafani on August 19, 2008

Ketika suatu saat saya berkunjung ke blog yang berisi khusus tentang kasih sayang terhadap keluarga, ada sebuah comment dari pengunjung blog yang cukup menarik buat saya, isinya singkat saja, “sebaiknya kita tidak terlalu mencintai sesama makhluk.” Siapapun setuju akan hal itu, termasuk saya, dan nasehat yang selalu saya ingat, “jangan terlalu mencintai seseorang, bisa jadi esok dia akan menjadi orang yang paling engkau benci dan jangan juga terlalu membenci seseorang, karena bisa jadi kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.”

 

Tapi bukan itu yang membuat saya tertarik. Umumnya kita menilai seseorang berdasarkan apa yang ada pada kita. Kita akan mengatakan seseorang itu pintar bila dia mampu menyelesaikan apa yang kita tidak sanggup. Kita menilai seseorang itu baik, bila menurut ukuran kita dia itu baik. Begitu juga dengan penilaian tentang mencintai. Kebanyakan kita menilai rasa mencintai seseorang berdasarkan bagaimana kita mencintai seseorang. Kita menganggap dia belum mencintai istrinya karena dia tidak melakukan hal yang seharusnya ia kerjakan seperti apa yang kita lakukan, demikian pula sebaliknya, kita memberi penilaian dia berlebihan mencintai keluarganya karena dia melakukan lebih dari apa yang kita lakukan.

 

Bisa jadi penilaian itu benar, namun bisa juga karena ternyata ukuran kita yang terlalu kecil! Bagaimana bila, “Anda sungguh luar biasa mencintai istri dan keluarga Anda, saya tak dapat membayangkan bagaimana lebih luar biasanya cinta Anda pada ALLAH.”…

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

Ketika dia pergi..

Posted by dhuhafani on August 19, 2008

Seberapa besar seseorang itu bermakna bagimu? Mungkin kamu tidak akan pernah tahu jawabannya hingga dia hilang, atau pergi jauh meninggalkanmu hingga kedua matamu tak lagi melihatnya, atau sampai tanganmu hanya menyapu angin yang menggantikan ruang dirinya..Seberapa besar dia memiliki tempat dihatimu biasanya baru terlihat ketika saat-saat kehilangan itu datang, tidak selalu begitu memang, tapi seringkali begitu..

 

Ruang kosong itulah yang kini hadir dalam hatiku, ketika istri kekasih hati beserta buah hati tercinta harus pergi ke pulau seberang. Dua bulan…mungkin bagimu itu ‘cuma’, tapi tidak buatku. Bagiku itu adalah kumpulan waktu yang menyiksa, itu berarti kehilangan dua bulan dalam memori yang kelak akan dikenangnya..kehilangan dua bulan dalam perjalanannya menjadi bintang gemintang..

 

Mungkin dirimu menganggap aku adalah seorang yang melankolik, atau manja kekanakan. Tidak..aku bukan dan tidaklah hendak menjadi seorang yang melankolik, yang cintanya justru melemahkannya, atau seorang yang manja, yang berusaha untuk menghapus kata perpisahan dalam kamus hidupnya..Diriku hanyalah seorang suami yang berusaha mencintai keluarganya.

 

Perpisahan adalah keniscayaan..tapi kita tidak sedang bicara itu. Kita sedang bicara tentang makna seseorang dalam hati kita. Dan aku sudah mendapatkan jawabannya..

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.