Cinta makhluk
Posted by dhuhafani on August 19, 2008
Ketika suatu saat saya berkunjung ke blog yang berisi khusus tentang kasih sayang terhadap keluarga, ada sebuah comment dari pengunjung blog yang cukup menarik buat saya, isinya singkat saja, “sebaiknya kita tidak terlalu mencintai sesama makhluk.” Siapapun setuju akan hal itu, termasuk saya, dan nasehat yang selalu saya ingat, “jangan terlalu mencintai seseorang, bisa jadi esok dia akan menjadi orang yang paling engkau benci dan jangan juga terlalu membenci seseorang, karena bisa jadi kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.”
Tapi bukan itu yang membuat saya tertarik. Umumnya kita menilai seseorang berdasarkan apa yang ada pada kita. Kita akan mengatakan seseorang itu pintar bila dia mampu menyelesaikan apa yang kita tidak sanggup. Kita menilai seseorang itu baik, bila menurut ukuran kita dia itu baik. Begitu juga dengan penilaian tentang mencintai. Kebanyakan kita menilai rasa mencintai seseorang berdasarkan bagaimana kita mencintai seseorang. Kita menganggap dia belum mencintai istrinya karena dia tidak melakukan hal yang seharusnya ia kerjakan seperti apa yang kita lakukan, demikian pula sebaliknya, kita memberi penilaian dia berlebihan mencintai keluarganya karena dia melakukan lebih dari apa yang kita lakukan.
Bisa jadi penilaian itu benar, namun bisa juga karena ternyata ukuran kita yang terlalu kecil! Bagaimana bila, “Anda sungguh luar biasa mencintai istri dan keluarga Anda, saya tak dapat membayangkan bagaimana lebih luar biasanya cinta Anda pada ALLAH.”…




