Ramadhan yang berulang
Posted by dhuhafani on September 1, 2008
Alhamdulillah, seharusnya adalah sebuah kebahagiaan saat ALLAH masih saja memberi kita kesempatan untuk bertemu bulan kebaikan, Ramadhan. Sebuah gambaran sebentuk syukur dari para hamba ALLAH adalah ketika kita berusaha untuk menanam segala bentuk kebaikan di bulan ini, shalat berjamaah, mengerjakan amalan sunnah, atau berakrab-akrab diri dengan AlQur’an. Ada satu hal yang selalu saja berulang setiap tahun, mengapa kebaikan itu hanya bertahan dalam ramadhan, atau mungkin tepatnya lagi, bertahan di awal-awal ramadhan saja? Tidakkah kita seharusnya bisa melanjutkannya di bulan lain?
Seringkali yang terjadi adalah kita kelelahan. Bukan kelelahan karena kebaikan yang kita kerjakan, karena sesungguhnya hanya kenikmatan yang ada pada amalan kebaikan. Tapi kelelahan karena dunia yang kita kejar, atau dipaksa kita kejar. Pikirkanlah, berapa lama dalam sehari kita habiskan waktu untuk bekerja? Dunia yang materialis semakin memaksa masyarakat kita, bahwa kita tidak berarti apa-apa tanpa kekuasaan atas materi, bahwa dirimu hanya akan dipandang sebelah mata tanpa kepemilikan materi. Hingga akhirnya waktu dan jiwa kita pun terbang mengejarnya..
Saya tidak ingin mengatakan bahwa materi tidak penting, tapi pikirkanlah..Nabi adalah orang yang kaya, sehingga maharnya adalah ratusan unta, tapi itu tidak menghalanginya untuk hidup sederhana, tidur beralas tikar atau berpuasa karena tidak ada makanan. Sahabat-sahabat nabi memiliki harta yang setara dengan milyaran bahkan trilyunan rupiah, tapi itu tidak menghalangi mereka untuk memberikan semua kekayaannya untuk amalan mereka.
Mungkin itulah bedanya, tujuan akhirnya..Untuk kita materi itu penting, agar kita dianggap oleh sesama manusia. Buat mereka materi itu penting, agar mereka bisa melakukan lebih banyak untuk agama dan ketaqwaan mereka..




